Firmware

FIRMWARE

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Matakuliah Perakitan dan Instalasi yang di

ampu oleh : 

Gufron, S.T, M.Kom

Disusun Oleh :

Anggian Sostenes       : 1710013231002

PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BUNG HATTA

PADANG

2021

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Firmware sering disebut juga dengan nama perangkat tegar. Bisa dikatakan firmware ini mirip dengan sistem operasi dalam komputer. Sebuah komputer tanpa adanya sistem operasi maka ia tidak akan bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Bahkan input perintah pada komputer juga tidak akan bisa diproses. Nah, hal ini juga berlaku sama halnya dengan firmware.

Tanpa adanya firmware dalam sebuah perangkat keras. Maka perangkat keras tersebut juga tidak akan bisa menerima perintah untuk diselesaikan.

B.    Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah adalah sebagai berikut:

  1. Apa itu BIOS dan UEFI?
  2. Apa itu GPT dan MBR?
  3. Apa saja jenis sistem berkas pada sistem operasi Windows dan Linux?

C.    Tujuan Masalah

Tujuan dari Pembuatan Makalah ini adalah:

  1. Untuk menambah wawasan tentang pengertian BIOS dan UEFI
  2. Untuk menambah wawasan tentang pengertian GPT dan MBR
  3. Untuk menambah wawasan tentang jenis-jenis sistem berkas pada sistem operasi Windows dan Linux

D.    Manfaat

Manfaat dari Pembuatan Makalah adalah:

  1. Mengetahui BIOS dan UEFI
  2. Mengetahui GPT dan MBR
  3. Mengetahui jenis-jenis sistem berkas pada sistem operasi Windows dan Linux

BAB II

  1. Firmware BIOS dan UEFI

BIOS dan UEFI adalah sebuah firmware komputer yang tertanam di maiboard yang fungsinya untuk menginisialisasi hardware saat komputer dinyalakan sebelum masuk ke sistem operasi.

Firmware adalah Aplikasi kecil yang tertanam pada chip ROM dan bekerja pertama saat komputer dinyalakan sebagai jembatan antara hardware dengan sistem operasi dan dikenal  dengan sebutan BIOS atau UEFI.

Sebuah aplikasi kecil (firmware)yang tertanan dalam chip ROM (embeded) bekerja secara mandiri mengecek semua modul yang terpasang pada sistem komputer,mulai dari CPU,RAM,GPU,HDD,SSD dan modul lain nya sebelum akhirnya masuk ke sistem operasi.

  1. BIOS

BIOS (Basic Input Output System) Merupakan firmware generasi terdahulu yang banyak digunakan oleh komputer IBM atau yang kompatible dengan nya dan menjadi computer firmware terpopuler dan digunakan disemua jenis komputer.

BIOS bekerja pertama kali saat komputer dinyalakan dan bertanggung jawab untuk membangunkan semua hardware yang terpasang,memastikan semua hardware yang terpasang berjalan baik lalu menjalankan bootloader sistem operasi yang terinstall.

BIOS melakukan proses POST,atau Power On Self Test sebelum masuk ke sistem operasi.proses ini untuk mengecek dan memastikan semua hardware yang terpasang berfungsi dengan normal.

  • UEFI

Unified Extensible Firmware Interface (UEFI) adalah standar firmware baru untuk komputer yang didesain dan dikembangkan untuk menggantikan firmware terdahulu BIOS (Basic Input/Output System) .

UEFI mempunyai fungsi yang sama seperti BIOS yaitu menginisialisasi/membangunkan dan mengecek hardware yang terpasang sebelum meload sistem operasi yang tersimpan di drive.

UEFI dibuat untuk menghilangkan limitasi/batasan/kekurangan jenis firmware lama (BIOS) dan meningkatan kemampuan serta fitur.

  • Sistem tabel partisi MBR dan GPT
  • MBR 

pertama kali diperkenalkan pada komputer IBM dengan DOS 2.0 pada tahun 1983. Ia merupakan singkatan dari Master Boot Record karena MBR adalah sektor boot khusus yang terletak di awal drive. Sektor ini berisi boot loader untuk sistem operasi yang terpasang dan informasi tentang partisi logical drive. Boot loader merupakan sekelompok kode kecil yang umumnya memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari partisi lain pada drive. Jika Anda memiliki Windows yang diinstal, inisial bit awal Windows boot loader berada di sini, itulah sebabnya Anda mungkin harus memperbaiki MBR jika ia ditimpa atau Windows tidak akan mulai.

MBR memang memiliki keterbatasan. Sebagai permulaan, MBR hanya bekerja maksimal ukuran hardisk hingga 2 TB. MBR juga hanya mendukung hingga empat partisi utama. Jadi jika Anda ingin lebih dari itu, anda harus membuat satu partisi utama kemudian memperpanjang  partisi dan membuat partisi logical di dalamnya.

adalah standar baru yang secara bertahap menggantikan MBR secara perlahan. Dan ini juga terkait dengan UEFI, yang menggantikan BIOS dengan sesuatu yang lebih modern seperti halnya GPT, pada gilirannya, akan menggantikan sistem partisi MBR. Alasan disebutnya GUID Partition Table karena setiap partisi pada drive memiliki “pengidentifikasi unik yang global,” atau GUID-string dari setiap partisi GPT kemungkinan memiliki pengenal yang unik.

  • GPT 

GPT tidak memiliki keterbatasan seperti halnya pada MBR. Drive berbasis GPT dapat lebih besar, dengan batas ukuran tergantung pada sistem operasi dan sistem file-nya. GPT juga akan memungkinkan anda untuk membuat hampir yang tak terbatas. Sekali lagi, keterbatasan disini adalah sistem operasi sistem Windows yang hanya memungkinkan hingga 128 partisi pada GPT drive, dan anda tidak perlu membuat partisi extended untuk membuat mereka bekerja.

  • Sistem berkas pada sistem operasi Windows dan Linux
  1. Sistem  operasi pada Windows

FAT File System merupakan sebuah File System yang menggunakan struktur tabel alokasi berkas sebagai cara dirinya beroperasi. Ada beberapa versi FAT yang ada hingga saat ini, di antaranya:

  • FAT12

FAT12 merupakan sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang memiliki batas hingga 12-bit. File System ini hanya dapat menampung maksimum hanya 212 unit alokasi saja atau sebanyak 4096 buah. FAT12 pertama kali digunakan pada Sistem Operasi MS-DOS. Karena kapasitasnya sedikit yakni hanya 32 MB, maka FAT12 hanya digunakan sebagai file system

  • FAT16

FAT16 merupakan sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang memiliki batas hingga 16-bit. File System ini dapat menampung maksimum 216 unit alokasi atau sebanyak 65536. Kapasitas File System ini sebanyak 4 GB, jauh melebihi versi sebelumnya yang hanya 32 MB. Ukuran unit alokasi yang digunakan FAT16 tergantung kapasitas partisi harddisk yang akan diformat. Jika kapasitasnya kurang dari 16 MB, maka yang akan digunakan adalah FAT12. Jika melebihi 16 MB maka yang digunakan adalah FAT16.FAT16 pertama kali digunakan pada Sistem Operasi MS-DOS pada tahun 1981. Keuntungan menggunakan FAT16 adalah kompatibel hampir di semua sistem operasi, baik Windows 95/98/ME, OS/2, Linux bahkan Unix. Namun, ada juga kekurangan dari FAT versi ini yakni mempunyai kapasitas tetap dalam jumlah cluster dalam partisi, jadi semakin besar harddisk, semakin besar pula ukuran cluster. Selain itu, FAT16 tidak mendukung kompresi, enkripsi, dan control akses dalam partisi.

  • FAT32

FAT32 merupakan sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang memiliki batas hingga 32-bit. File System ini dapat menampung maksimum 232 unit alokasi atau sebanyak 4294967296. Meskipun demikian, dalam implementasinya, jumlah unit alokasi yang dapat dialamati oleh FAT32 hanya 228 atau 268435456 buah. FAT32 pertama kali dikenalkan pada Sistem Operasi Windows 95 OSR2. Pada Sistem Operasi Windows NT 5.x ke atas, hanya mengizinkan pembuatan partisi FAT32 hingga 32 GB. Jika partisinya melebihi 32 GB, maka yang akan digunakan adalah File System NTFS. Keunggulan FAT32 adalah kemampuan menampung jumlah cluster yang lebih besar dalam partisi. Namun, kelemahan menggunakan File System ini adalah terbatasnya Sistem Operasi yang bisa mengenal FAT32.

  • exFAT

exFAT singkatan dari Extended File Allocation Table atau sering disebut sebagai FAT64. exFAT merupakan sistem berkas proprietary yang cocok untuk digunakan oleh media-media penyimpanan berbasis memori flash. File System ini pertama kali dibuat oleh Microsoft untuk perangkat-perangkat benam di dalam Windows Embedded CE 6.0 dan Windows Vista Service Pack

  • NTFS

NTFS merupakan File System yang memiliki sebuah desain sederhana namun memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan FAT File System. NTFS pertama kali dikenalkan Microsoft pada Sistem Operasi Windows NT dan mendukung Sistem Operasi yang terbaru yaitu Windows 7. Sejak pertama kali dibuat hingga sekarang, NTFS telah mengalami perkembangan. Beberapa versi NTFS antara lain:

  • NTFS versi 1.0

NTFS ini datang bersama dengan Windows NT 3.1. Versi ini menawarkan fungsi yang sangat dasar, tetapi sudah jauh lebih baik dibandingkan FAT File System.

  • NTFS versi 1.1

NTFS ini datang bersama dengan Windows NT 3.50. Versi ini menambahkan dukungan terhadap pengaturan akses secara diskrit (discretionary access control).

  • NTFS versi 1.2

NTFS ini datang bersama dengan Windows NT 4.0. Versi ini menambahkan dukungan terhadap auditing setiap berkas dan juga kompresi transparan.

  • NTFS versi 2.0

NTFS ini tidak dirilis secara umum, karena berbagai kendala yang dialaminya, yang tidak diumumkan oleh Microsoft. Microsoft menggagalkan proyek NTFS 2.0 dan langsung menginjak NTFS 3.0

  • NTFS versi 3.0

NTFS ini datang bersama dengan Windows 2000. Versi ini menawarkan banyak peningkatan dibandingkan dengan versi sebelumnya. Di antaranya adalah penetapan kuota kepada setiap pengguna, Encrypting File System (EFS), sistem keamanan yang dapat diatur dari server pusat, fitur indeksasi terhadap properti dan isi setiap berkas, dan lain-lain. Selain itu, NTFS 3.0 juga menawarkan dukungan kepada struktur GUID Partition Table dan Logical Disk Management.

  • NTFS versi 3.1

NTFS ini datang bersama dengan Windows XP SP1 dan Windows Server 2003. Versi ini menawarkan perbaikan yang minor yang terjadi dalam versi sebelumnya (khususnya di bidang performa), dan juga penggantian algoritma enkripsi yang digunakan oleh EFS dari DESX atau 3DES menjadi AES-256.

  • File System pada Linux

Sekarang waktunya kita masuk ke pembahasan kedua. Kali ini kita cari tau tentang File System yang ada di Sistem Operasi Linux. Mungkin beberapa orang belum begitu familiar dengan Linux karena belum banyak yang pake, terus juga sosialisasi mengenai Open Source ini belum merata, khususnya di Indonesia. Namun, alangkah baiknya kita juga mencoba eksplorasi semuanya. Yu kita mulai aja, cekidot gan.

  • Ext 2 (2nd Extended)

Ext 2 merupakan tipe file system yang paling tua yang masih ada. File system ini pertama kali dikenalkan pada tahun 1993. Ext 2 adalah file system yang paling ampuh di linux dan menjadi dasar dari segala distribusi linux. Pada Ext 2 file system, file data disimpan sebagai data blok. Data blok ini mempunyai panjang yang sama dan meskipun panjangnya bervariasi di antara Ext 2 file system, besar blok tersebut ditentukan pada saat file system dibuat dengan mk2fs. Jika besar blok adalah 1024 bytes, maka file dengan besar 1025 bytes akan memakai 2 blok. Ext 2 File System menyimpan data secara hirarki standar yang banyak digunakan oleh sistem operasi. Data tersimpan di dalam file, file tersimpan di dalam direktori. Sebuah direktori bisa mencakup file dan direktori lagi di dalamnya yang disebut sub direktori.

  • Ext 3 (3rd Extended)

Ext 3 merupakan peningkatan dari Ext 2 File System. Beberapa peningkatan yang ada antara lain:

Journaling

Dengan menggunakan journaling, maka waktu recovery pada shut down yang mendadak tidak akan selama pada Ext 2.

Integritas Data

Ext 3 menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan atau unclean shut down. Ext 3 memungkinkan kita memilih jenis dan tipe proteksi dari data.

Kecepatan
Daripada menulis data lebih dari sekali, Ext 3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada Ext 2 karena Ext 3 memaksimalkan pergerakan head harddisk. Kita bisa memilih tiga jurnal mode untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak terjamin.

  • Ext 4 (4th Extended)

Ext 4 dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28. Jadi, apabila distro yang secara default memiliki kernel tersebut atau di atasnya secara otomatis system sudah support Ext 4. Apabila masih menggunakan Ext 3, dapat dilakukan konversi ke ext 4 dengan beberapa langkah yang tidak terlalu rumit.

Keuntungan menggunakan Ext 4 ini adalah mempunyai pengalamatan 48-bit blok yang artinya dia akan mempunyai 1 EiB = 1.048.576 TB ukuran maksimum file system dengan ukuran 16 TB untuk maksimum file sizenya, fast fsck, journal checksumming, defragmentation support.

  • Kegiatan Pratikum

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Bicara soal fungsinya, Firmware sendiri memiliki fungsi untuk mengontrol perangkat keras. Tanpa adanya firmware, maka perangkat keras tidak akan bisa dioperasikan.

  • Saran

Sebelum masuk ke BIOS atau UEFI, pastikan dahulu tombol apakah yang akan digunakan untuk masuk ke BIOS atau UEFI tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Andy, 2020, “Apa itu Firmware? Inilah Pengertian dan Fungsinya”. https://qwords.com/blog/apa-itu-firmware/. Diakses 2021, Selasa Maret, 18.00

Arianto, 2019, “Perbedaan GPT dan MBR|Harus Pilih yang Mana?”. https://www.tembolok.id/panduan-gpt-vs-mbr/. Diakses 2021, Selasa Maret, 19.00

Sugeng, 2011, “File System pada Windows dan Linux”. http://blogbebasok.blogspot.com/2011/11/file-system-pada-windows-dan-linux.html. Diakses 2021, Selasa Maret 19.15

Suhendi Ari, 2014, “Pengertian NTFS, FAT16, FAT32”. https://arisuhendibelajar.blogspot.com/2014/08/pengertian-ntfs-fat16-fat32.html. Diakses 2021, Selasa Maret 19.30

Sumber lain:

https://digitbinary.com/pengertian-virtualization-technology/. Diakses 2021, Selasa Maret 19.32

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
<span>%d</span> blogger menyukai ini: